Seorang Ibu Yang Cacat Tetapi Mempunyai KESEMPURNAAN HATI


Kita tau betapa besar KASIH SAYANG yang terlimpah, jasa dan usaha seorang ibu terhadap anaknya.
Kali ini ada sebuah kisah nyata tentang :
” SEORANG IBU YANG CACAT TETAPI MEMPUNYAI KESEMPURNAAN HATI”

Untuk kalian yang mempunyai jasmani dan anggota badan yg sempurna bersyukurlah pada NYA.
Sayangi ibu kalian jangan sampai menyesal suatu saat.
Untuk Sahabat2ku, ini sebuah kisah menyentuh hati dalam foto yang nyata. Allah itu maha adil dan maha penyayang, Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata2 sosok laki nya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dai ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang),

jadi sulit skali bila duduk karena tida memiliki alas dibawah pinggang tsb., tapi kebesaran Allah tentu lain, wanita tersebit memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali.

Silahkan anda menyimak satu persatu foto2 keluarga tersebut tentu saya melihatnya dengan hati sangat haru.Dan renungkan dan Bersyukurlah kita yang memiliki anggota tubuh yang sempurna..

Sedang bersama Keluarga :

Sedang Memandikan :

 

Sedang Bercanda bersama Anak :

Betapa mirisnya hati kita melihatnya..
betapa kasih sayang seorang ibu terhadap keluarga yang sangat sempurna..

DOa untuk kita semua :

NB : Hormatilah orang tuamu dan sayangilah mereka.
buatlah mereka bangga dan tersenyum 🙂

Iklan

Saya Masih Cinta TIMNAS INDONESIA


|

Berdiri: 1930

Alamat: Main Stadium Gelora Bung Karno Gate X-XI Senayan Indonesia

Telepon: +62 21 570 4762

Faksimile: +62 21 573 4386

Surat Elektronik: pssi@pssi-football.com

Laman Resmi: http://www.pssi-football.com/

Ketua: Djohar Arifin Husein

Direktur: Farid Rahman

Stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Sejarah Singkat
Indonesia, Macan Asia Yang Tertidur Lelaaap

Pernah disegani di kawasan Asia, kini sepakbola Indonesia tertidur Lelaaap.

Sejarah terbesar KEKALAHAN TIMNAS INDONESIA di Ajang Internasional.

Indonesia menelan kekalahan terbesar sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia setelah dalam laga terakhir Grup E dibantai Bahrain sepuluh gol tanpa balas di Stadion National, Manama, Rabu (29/2).

Walau mencatat kemenangan besar sesuai dengan harapan, Bahrain tetap gagal lolos ke putaran empat, karena Qatar mampu menahan imbang Iran 2-2 di Teheran. Hasil itu membuat Qatar mendampingi Iran ke putaran empat.

Bahrain yang berambisi mencetak gol cepat langsung menggebrak pertahanan Indonesia. Hasilnya, tim Merah Putih sudah kebobolan ketika laga baru bejalan tiga menit melalui eksekusi penalti Ismaeel Abdulatief.

Bukan itu saja, Indonesia juga kehilangan satu pemain setelah kiper sekaligus kapten tim Samsidar diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran terhadap Ismaeel yang berujung hadiah penalti.

Pelatih Aji Santoso kemudian memasukkan Andi M Guntur, dan menarik keluar Slamet Nurcahyo. Kalah jumlah pemain membuat Indonesia mendapat tekanan hebat dari tuan rumah.

Permainan agresif Bahrain akhirnya berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-16. Andi sempat memblok tendangan lawan, namun Mohammed Al Tayeb menyambut bola muntah untuk membobol gawang Indonesia.

Bahrain mendapatkan peluang emas untuk memperbesar keunggulan pada menit ke-23 menyusul pelanggaran Diego Michiels terhadap pemain belakang lawan. Namun eksekusi Ismaeel dapat digagalkan Andi.

Pelanggaran kembali dilakukan barisan belakang Indonesia di kotak terlarang, yang berujung hadiah penalti bagi Bahrain di menit ke-33. Kali ini giliran Abdul Rahman melakukan pelanggaran. Mahmoud Abdulrahman sukses mengkonversi penalti menjadi gol.

Lima menit sebelum babak pertama berakhir, Bahrain makin memperbesar keunggulannya. Umpan silang Abdulla Omar dari sisi kiri pertahanan Indonesia disambut tandukan Abdulrahman, dan menutup paruh pertama dengan skor 4-0.

Bahrain tidak mengurangi tekanan mereka untuk memberondong gawang Indonesia dengan selisih minimal delapan gol guna membuka peluang ke putaran empat besar.

Upaya Bahrain membuahkan hasil setelah pertandingan berlangsung satu jam. Al Tayeb berhasil mengecoh barisan belakang Indonesia, sebelum menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang Andi. Dua menit berselang, Bahrain kembali membobol gawang Indonesia melalui Sayed Dhiya Shubbar.

Dominasi Bahrain terus berlanjut setelah unggul enam gol. Publik tuan rumah kembali bersorak kegirangan dua gol dari Al Tayeb dan Ismaeel Abdulatief di menit ke-65 dan 71 mengubah papan skor menjadi 8-0.

Kendati demikian, Bahrain tidak menghentikan serangan mereka. Pada menit ke-82, gawang Andi harus kebobolan untuk kesembilan kalinya melalui gol Dhiya Shubbar.

Selang dua menit kemudian, Bahrain kembali mendapatkan penalti menyusul pelanggaran Abdul Rahman terhadap Ali Abduwahab. Namun Al Tayeb gagal mengkonversi penalti menjadi gol.

Bahrain akhirnya menggenapkan kemenangan menjadi 10-0 melalui gol Dhiya Shubbar menjelang pertandingan berakhir.

Catatan Pretasi  Timnas Indonesia :

Piala Dunia:

  • 1930-1934: Tidak Berpartisipasi
  • 1938: Putaran 1 – sebagai Hindia Belanda
  • 1950: Mengundurkan Diri
  • 1954: Tidak Berpartisipasi
  • 1958: Mengundurkan Diri
  • 1962: Mengundurkan Diri
  • 1966-1970: Tidak Berpartisipasi
  • 1974-2010: Gagal Lolos
  • 2014: Gagal Lolos

Olimpiade:
(U-23 sejak 1992)

  • 1900-1952: Tidak Berpartisipasi
  • 1956: Perempat-Final
  • 1960-1972: Tidak Berpartisipasi
  • 1976-1988: Gagal Lolos

Asian Games:
(U-23 sejak 2002)

  • 1951: Perempat-Final
  • 1954: Peringkat 4
  • 1958: Medali Perunggu (Peringkat 3)
  • 1962: Babak Grup
  • 1966: Perempat-Final
  • 1970: Peringkat 5
  • 1974: Tidak Berpartisipasi
  • 1978: Tidak Berpartisipasi
  • 1982: Tidak Berpartisipasi
  • 1986: Peringkat 4
  • 1990: Tidak Berpartisipasi
  • 1994: Tidak Berpartisipasi
  • 1998: Tidak Berpartisipasi

Asian Cup / Piala Asia:

  • 1956-1964: Tidak Berpartisipasi
  • 1968-1992: Gagal Lolos
  • 1996: Babak Grup
  • 2000: Babak Grup
  • 2004: Babak Grup
  • 2007: Babak Grup
  • 2011: Gagal Lolos

ASEAN Football Federation Championship / AFF Cup:

  1. 1996-2004 dikenal sebagai Piala Tiger (Tiger Cup)
  2. 2007 dikenal sebagai ASEAN Football Championship
  3. Sejak 2008 dikenal sebagai Piala AFF (AFF Suzuki Cup)
  • 1996: Peringkat 4
  • 1998: Peringkat 3
  • 2000: Runner-Up
  • 2002: Runner-Up
  • 2004: Runner-Up
  • 2007: Babak Grup
  • 2008: Semi-Final
  • 2010: Runner-Up

South East Asian Games / SEA Games:
(U-23 sejak 2001)

  • 1977: Semi-Final
  • 1979: Medali Perak (Runner-Up)
  • 1981: Medali Perunggu (Peringkat 3)
  • 1983: Putaran 1
  • 1985: Semi-Final
  • 1987: Medali Emas (Juara)
  • 1989: Peringkat 3
  • 1991: Medali Emas (Juara)
  • 1993: Semi-Final
  • 1995: Putaran 1
  • 1997: Medali Perak (Runner-Up)
  • 1999: Medali Perunggu (Peringkat 3)

Piala Kemerdekaan Indonesia:

  • 1985: Babak Grup
  • 1986: Babak Grup
  • 1987: Juara
  • 1988: Runner-Up
  • 1990: Peringkat 3
  • 1992: Runner-Up
  • 1994: Babak Grup
  • 2000: Juara
  • 2008: Juara

sumber informasi : via www.goal.com

AYO BANGUN TIMNAS INDONESIA DARI TIDUR PANJANGMU 😦