“Do’a, Sabar, Usaha, Restu Orang tua Kunci Jauh Dari “SENGSARA”


Memang benar Siapa yang mau hidup sengsara? Sengsara itu sebenarnya status yang tidak mengenakkan. Sering membuat orang yang mengalaminya jadi rendah diri dan jadi tak percaya diri. Jika sengsara itu karena kemiskinan, ini dikhawatirkan akan mendekatkan kita dengan kemungkaran. Umumnya orang berbuat jahat karena kondisi ekonomi atau miskin. Bisa juga karena pengaruh lingkungan sosial. Desakan dan tuntutan hidup terkadang memberanikan orang untuk nekad berbuat jahat yang merugikan orang lain seperti mencuri. Bagi yang imannya kuat dia bisa menahan diri dan sebaik-baiknya jalan adalah tetap berusaha bar-tahan hidup dari rezeki yang halal. Allah dan Rasulullah sangat menyayangi orang-orang miskin tapi dengan syarat. Apa syaratnya? Ialah ikhlas dan rela dengan kemiskinannya, serta tetap beribadah sebagaimana diwajibkan agama terhadapnya. Kelak orang-orang miskin yang ikhlas dengan kemiskinannya dan ia lulus dari hisab pada pengadilan Allah merekalah orang-orang yang beruntung. Allah akan membalasnya dengan apa-apa yang ia tidak pernah dapatkan selama hidup di dunia. Orang-orang miskin akan mendapatkan giliran paling depan pada antri-an dibanding orang-orang kaya. Disebabkan banyaknya pertanyaan yang bakal diajukan pada orang-orang kaya menyangkut penggunaan hartanya selama hidup di dunia. Konon Nabi Sulaiman As akan dapat giliran yang terakhir masuk surga karena kekayaannya,wallahualam…
Itulah janji nabi Muhammad untuk menghibur hati orang-orang miskin yang sabar dan ikhlas dengan kemiskinannya. Tetap mendekatkan diri pada Allah SWT. Kaya miskin itu atas kehendak Allah yang tujuannya untuk keseimbangan hidup di dunia. Jika miskin semua pasti akan susah, dan jika kaya semua juga susah. Tidak ada orang yang mau berdagang semua ingin jadi pembeli. Siapa yang bekerja di sawah? Siapa yang mau jadi pelayan atau PRT? Dari situ kita bisa berpikir Allah itu maha adil dan bijaksana. Semuanya serba berimbang. Dan tak lupa keberadaan orang-orang miskin itu juga sebagai batu ujian keimanan buat orang-orang yang mampu. Sejauh mana harta mereka dapat digunakan pada jalan Allah SWT.

Pesan Penulis :

“Jangan takut kawan akan kemiskinan, kesengsaraan diDunia yang fana ini, tetap dijalan Allah dan laksanakan Sunah para Rosul dan Nabi Nya..Insya Allah kita bisa lebih baik di Dunia yang nanti sebenarnya Kekal ๐Ÿ™‚
sabar , ikhlas, Do’a , usaha dan restu dari orang tua juga orang2 terksihย  ๐Ÿ™‚
SEMANGAAT !!! “

Iklan

6 thoughts on ““Do’a, Sabar, Usaha, Restu Orang tua Kunci Jauh Dari “SENGSARA”

  1. Hadziq ( TJ) berkata:

    Beruntunglah orang-orang miskin yang mampu sabar dan ikhlas dalam menjalani khidupan di dunia…

  2. Yanti yako berkata:

    Terharu… ๐Ÿ™‚ semoga kita adlh org2 yg tdk kufur ni’mat semoga slalu diberkahi dan diberi petunjukNYA…Amien

  3. nuy berkata:

    dibalik kesengsaraan yg paten masi ada nikmat yg patut d syukuri ^_^.
    jgn jdikn hal tsb u/ qt kufur terhdp_Nya!
    yakinlah allah itu dekat ,
    bahkan lebih dekat dr urat leher qt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s